4 Juni 2026

Banyuwulu.com

Kerja Keras Berfikir Cerdas

Musrenbang Kasui 2027, Ixuan Tekankan Hilirisasi Kopi-Lada dan Mitigasi Bencana

BANYUWULU.COM- Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kasui untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Kasui itu dibuka Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Ixuan Akhmadi. Forum tahunan ini menjadi ruang merumuskan arah pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Dalam sambutannya, Ixuan menyampaikan arahan Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah. Ia menegaskan terdapat tiga fokus strategis yang harus menjadi perhatian camat dan seluruh kepala kampung. Fokus tersebut diarahkan langsung pada peningkatan kesejahteraan sekaligus perlindungan masyarakat.

Fokus pertama ialah transformasi komoditas unggulan melalui hilirisasi. Kecamatan Kasui yang dikenal sebagai sentra kopi dan lada didorong tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah. Pemerintah meminta Dana Desa dimanfaatkan untuk pelatihan dan penguatan kapasitas pengolahan hasil perkebunan menjadi produk bernilai tambah.

“Ixuan menegaskan, jangan lagi kita menjual bahan mentah. Sudah saatnya kopi dan lada diolah menjadi produk kemasan yang punya daya saing,” ujarnya di hadapan peserta Musrenbang. Ia juga menekankan pentingnya pendampingan agar produk kampung mampu menembus pasar yang lebih luas.

Secara tidak langsung, ia mengingatkan bahwa hilirisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak agar petani memperoleh nilai jual lebih tinggi. Dengan pengolahan di tingkat kampung, peluang kerja baru terbuka dan ekonomi lokal bisa bergerak lebih stabil. Pemerintah daerah menilai langkah ini sebagai investasi jangka panjang bagi kemandirian desa.
Fokus kedua menyangkut mitigasi bencana hidrometeorologi. Aparatur kampung bersama masyarakat diminta aktif melakukan normalisasi drainase dan memastikan embung desa berfungsi optimal. Kewaspadaan terhadap potensi banjir harus ditingkatkan, terutama saat musim hujan.

Menurut Ixuan, perlindungan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Ia menekankan bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan pascabencana. Upaya mitigasi ini diharapkan mampu menjaga lahan pertanian tetap produktif dan aktivitas ekonomi tidak lumpuh akibat banjir.

Fokus ketiga adalah pelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan. Pemerintah mendorong gerakan penanaman pohon di area kritis guna mengantisipasi perubahan iklim dan degradasi lahan. “Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian alam,” kata Ixuan, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat aktif.

Data Indeks Desa 2025 menunjukkan Kecamatan Kasui mencatat skor rata-rata 78,69, melampaui rata-rata kabupaten sebesar 77,53. Delapan kampung berstatus Mandiri, sepuluh Maju, dan satu Berkembang. Meski demikian, dimensi aksesibilitas masih menjadi pekerjaan rumah, sehingga sinergi lintas sektor dan optimalisasi anggaran tetap dibutuhkan agar pembangunan merata dan inklusif.

Tinggalkan Balasan